Berita kali ini akan menghadirkan informasi berita bola dari Tim Nasional Indonesia yaitu PSG diganjar denda dan pengurangan jumlah personel, setelah sebelumnya kami telah menghadirkan berita bola lainnya dari yaitu khusus bagi sobat para pecinta sepakbola dimanapun berada.
![]() |
| PSG diganjar denda dan pengurangan jumlah personel |
Menurut Karl-Heinz Rummenigge, UEFA telah bertindak tepat dengan memberikan hukuman kepada Paris Saint-Germain untuk membuktikan keseriusan mereka dalam menerapkan aturan Financial Fair Play (FFP).
Akibat terbukti melanggar peraturan tersebut, PSG, bersama Manchester City, diganjar denda €60 juta dan dipaksa membatasi anggaran belanja pemain untuk beberapa musim ke depan. Jumlah personel dalam skuat kedua klub untuk ajang Liga Champions juga dipangkas hingga empat orang.
Langkah tegas semacam itu disebut Rummeningge memang perlu ditempuh UEFA guna mencapai tujuan diberlakukannya FFP, yaitu melahirkan lansekap finansial yang sehat bagi klub-klub.
"Sebuah perusahaan sangat besar berdiri di belakang PSG, dengan uang nyaris tak terbatas. Karena kekuatan skuat sangat tergantung pada bursa transfer, PSG bisa berinvestasi tanpa batas. Kami pikir ini tak adil," ujar ketua eksekutif Bayern Munich itu secara eksklusif kepada Goal Jerman.
"Nasser Al-Khelaifi [presiden PSG] berada dalam mobil yang sangat cepat, tapi bahkan Ferrari pun akan rusak kalau dikemudikan terlalu cepat. PSG didakwa musim panas lalu karena pelanggaran. Mereka mendapat denda besar dan harus mengurangi skuat dari 25 menjadi 21 di Liga Champions. Anda tak bisa salah mengerti sinyal dari UEFA. Saya pikir mereka tak bisa diancam oleh presiden klub mana pun."
"Beberapa klub telah dihukum. Michel Platini menginginkan 'bayinya' tumbuh pelan-pelan, dan ini perlu. Kita memiliki dunia sepakbola yang profesional, yang di dalamnya terdapat sekitar 65 persen dari seluruh klub di Eropa yang kehilangan uang. Ini bukan lansekap sehat."
"UEFA harus menantang dan mendukung atau kita akan terus berlanjut dengan nilai-nilai transfer yang irasional," tandas pria yang juga menjabat ketua Asosiasi Klub Eropa (ECA) ini.
Akibat terbukti melanggar peraturan tersebut, PSG, bersama Manchester City, diganjar denda €60 juta dan dipaksa membatasi anggaran belanja pemain untuk beberapa musim ke depan. Jumlah personel dalam skuat kedua klub untuk ajang Liga Champions juga dipangkas hingga empat orang.
Langkah tegas semacam itu disebut Rummeningge memang perlu ditempuh UEFA guna mencapai tujuan diberlakukannya FFP, yaitu melahirkan lansekap finansial yang sehat bagi klub-klub.
"Sebuah perusahaan sangat besar berdiri di belakang PSG, dengan uang nyaris tak terbatas. Karena kekuatan skuat sangat tergantung pada bursa transfer, PSG bisa berinvestasi tanpa batas. Kami pikir ini tak adil," ujar ketua eksekutif Bayern Munich itu secara eksklusif kepada Goal Jerman.
"Nasser Al-Khelaifi [presiden PSG] berada dalam mobil yang sangat cepat, tapi bahkan Ferrari pun akan rusak kalau dikemudikan terlalu cepat. PSG didakwa musim panas lalu karena pelanggaran. Mereka mendapat denda besar dan harus mengurangi skuat dari 25 menjadi 21 di Liga Champions. Anda tak bisa salah mengerti sinyal dari UEFA. Saya pikir mereka tak bisa diancam oleh presiden klub mana pun."
"Beberapa klub telah dihukum. Michel Platini menginginkan 'bayinya' tumbuh pelan-pelan, dan ini perlu. Kita memiliki dunia sepakbola yang profesional, yang di dalamnya terdapat sekitar 65 persen dari seluruh klub di Eropa yang kehilangan uang. Ini bukan lansekap sehat."
"UEFA harus menantang dan mendukung atau kita akan terus berlanjut dengan nilai-nilai transfer yang irasional," tandas pria yang juga menjabat ketua Asosiasi Klub Eropa (ECA) ini.
Itulah informasi terbaru mengenai PSG diganjar denda dan pengurangan jumlah personel
yang dapat kami informasikan buat sobat pecinta sepakbola semuanya
dimanapun berada, mudah-mudahan dapat bermanfaat dan tetap selalu
nantikan update berita terbaru setiap harinya

Anda sedang membaca artikel berjudul 

0 komentar:
Posting Komentar